Jumat, 06 Desember 2019

DEMOKRASI PANCASILA/DEMOKRASI KETAQWAAN

Di kutib Dari Isi Makalah Abuya Penggagas Majelis Pengkajian Tauhid Tashawuf Internasional.

Demokrasi adalah hasil dari buah-buah pemikiran dari tokoh-tokoh bangsa/negara, 
sebagaimana dimaklumi bahwa negara kita di didasarkan kepada ketuhanan yang maha esa dan 
kemanusiaan yang adil dan beradab, bahwa kita beriman kepada Allah yang maha Esa dan mengikut 
sunnah dan ilmu syari’at manusia yang adil lagi beradab, makanya buah-buah pemikiran yang 
menghasilkan pada amal-amal kebajikan baik dalam kaitan ibadah atau dalam melaksanakan 
pekerjaan yang berkaitan dengan keperluan warga baik pendidikan dan pembangunan yang di 
dasarkan kepada undang-undang, peraturan dan qanun adalah yang di dasarkan kepada ketuhanan 
yang maha Esa dan manusia yang adil lagi beradab. 
Kita menyaksikan di negara yang tercinta ini baik eksekutif, legislatif dan yudikatif manusia 
yang adil lagi beradab, ini satu pertanda bahwa demokrasi di negara kita adalah demokrasi 
ketaqwaan, negara kita melarang untuk melakukan berbagai kemaksiatan dan kefasidan baik 
korupsi, menyalahgunakan jabatan , menggunakan narkoba, sabu-sabu dan lainnya seperti 
pelecehan seksual, menyebarkan fitnah/hoax dan tidak mencintai negara/tanah air :

‘’mencintai tanah air bahgian dari iman’’ 
Kita harus bersama-sama memelihara dan menertibkan dalam aspek kehidupan. Ketertiban yang 
dilakukan oleh polisi negara dan pertahanan negara yang dilakukan oleh panglima ABRI dan 
jajarannya dan presiden, mentri dan bawahannya untuk mencapai kesejahteraan dan kemakmuran 
bangsa, sangat-sangat peduli kepada negara ini agar negara ini di dasarkan kepada dasar negara 
yaitu pancasila yang mendhahirkan demokrasi ketaqwaan, sesuai dengan firman Allah :  ٖ
“Jikalaulah ahli kampung beriman mereka dan bertaqwa mereka sungguh kami bukakan diatas 
mereka keberkahan daripada langit dan bumi akan tetapi mendustakan mereka maka kami siksa 
mereka dengan segala yang mereka lakukan”. (Qs, Al-‘Araf : 96 ) 
Keberkahan langit dan bumi akan di berikan kepada negara/negri yang bertaqwa yaitu di negara yang kita 
cintai republik indonesia, tidak ada di dalam negara kita orang yang mendustakan ketuhanan yang maha esa 
dan kemanusiaan yang adil dan beradab sebab yang demikian akan di datangkan ‘azab/siksaan dari yang 
maha kuasa. maka marilah sama-sama kita, baik dari jajaran kepemerintahan dan rakyat biasa untuk 
memasuki partai/golongan orang yang bertaqwa, tidak ada partai/golongan di negri ini yang tidak di dasari 
oleh ketuhanan yang maha esa dan manusia yang adil lagi beradab karena Allah berfirman : 
 ِ Bahwa Semulia-mulia kamu disisi Allah adalah orang yang bertaqwa’’ (Qs. Al-Hujarat : 13) 
Demikianlah agar terwujudnya kesatuan dan persatuan bangsa serta tercapai keadilan sosial bagi 
kita semua agar negara kita lebih luas berkembang sebagai masyarakat yang madani di hormati dan 
di segani oleh bangsa-bangsa lain di belahan dunia. و? 
Wallahu 'Alam
Abuya Syekh H.Amran Waly Al khalidi

Cinta Yang Hakiki

Majelis Pengkajian Tauhid Tashawuf Indonesia #Mptt-i
Abuya Syekh H.Amran Wali Al Khalidi

SYAIR ULAMA ACEH YANG TAJALLI



Satukan hangat dengan dingin
Tinggalkan loba dan ingin
Hancurkan hendak seperti lilin
Maka dapat kerjamu licin

Hapuskan akal dan rasamu
Usapkan badan dan nyawamu
Pecahkan hendak kedua matamu
Disanalah lihat permai rupamu


Kata-kata Hikmah Tauhid Tashawuf



Pada syari’at  : Ada kita, sebagai budakNYA, melakukan anjuranNYA
Pada thariqat : Kita dan anjuranNYA tidak lepas dariNYA
Pada hakikat  : Kita, diri kita dan usaha kita datang dariNYA
Pada ma’rifat  : Tidak ada kita yang ada diaNYA


Pada syari’at : Ada lawan ada kawan
Pada thariqat : tidak ada lawan hanya ada kawan
Pada hakikat : Tidak ada lawan dan kawan
Pada ma’rifat : Kita tidak ada yang ada hanya diaNYA

Padasyari’at         : Kita menganggap bahwa masalah yang kita hadapi banyak/besar
Pada thariqat : Yang banyak jadi sedikit, yang besar jadi kecil
Pada hakikat : Tidak ada masalah
Pada ma’rifat : Tidak ada kita, juga masalah yang berkaitan dengan diri kita dan alam semesta

Padayari’at      : Ada manajemen nafsu/ilmu dan amal
Pada thariqat : Ada manajemen qalbu/kemauan untuk mencari keridhaan dan kecintaan Allah
 Pada hakikat : Ada manajemen Ilahi/menyaksikan perbuatan dan sifat Allah pada diri dan alam semesta
Pada ma’rifat : Tidak ada manajemen, karna Allah yang mengatur sekalian ala dengan diriNYA pada diriNYA

Bilamana kata-kata hikmah ini dapat anda pahami dan amalkan, maka anda dapat mendakwahkan diri anda dan masyarakat untuk dekat kepada Allah dan menzhahirkan kebenaran di muka bumi.

والسلام
والله أعلم بالصواب
ابويا شيخ الحاج عمران والي
Darussalam : 21-08-2015